Minggu, 20 September 2015

Cerita Pijat Pasutri - Strategi membujuk istri supaya mau pijat sensasi

Strategi Mewujudkan Fantasi
Istri saya berusia saat ini 34 tahun namun kalau
dilihat dari postur tubuhnya yang mungil mungkin
orang akan mengira dia berusia 20 tahunan sebut
saja namanya Lia(samaran).Kulit istri saya putih
dan kalau keluar rumah biasa mengenakan
jilbab.Maklum istri saya termasuk orang yang
taat beragama.
Saya mempunyai fantasi seks melihat istri saya
disetubuhi laki-laki lain.Setiap hari saya
memikirkan cara agar fantasi saya itu bisa
terlaksana.Kalau diberitahukan akan hal ini pada
istri saya,jelas istri saya akan menolak mentah –
mentah.Namun pertengahan juli lalu saya
mendapat ide,saya akan menyuruh istri saya
berobat dengan alasan supaya dapat punya anak
lagi, kebetulan kami baru mempunyai anak satu
berumur 10 tahun.
Pada suatu malam sehabis kami bersetubuh,
saya berbincang sama istri saya sambil
tiduran.”Lia saya dapat info dari temanku kalau
istrinya yang tidak pernah hamil bisa hamil
sekarang setelah berobat ketabib”, kataku
memulai pembicaraan.”Masa sih siapa
tabibnya?”,balas istriku.”itulah kalau kamu mau
saya akan Tanya nama tabibnya,gimana
!”.”Kalau
itu bisa berhasil apa salahnya kita
coba”.Akhirnya istri saya setuju untuk berobat.
Maka besoknya aku menemui temanku yang
bernama amir yang usianya sekitar 50 tahunan
namun masih kuat dan doyan ngewe.Kupilih dia
karena nantinya istriku akan percaya kalau
tabibnya sudah seumuran begitu.Singkat cerita
kuceritakan maksudku sama temanku,mulanya
dia menolak dengan alasan tidak enak sama
saya namun setelah kudesak dengan alasan saya
ingin punya anak maka dia akhirnya setuju.Maka
kumulailah susun rencana dari tempat dan
waktunya.kupilih hari minggu agar leluasa dan
kupilih tempat di wisma xxxx dijalan xxxxxx
dikota Makassar.
Sesuai rencana,hari minggu saya pergi ke wisma
yang telah kita sepakati itu.setelah sampai di
wisma tersebut, saya bertanya ke penjaga
wisama tempat teman saya cek in.penjaga
wisma menunjukan kamar yg saya maksud,lantas
saya dan istri saya menuju kamar
tersebut.”permisi pak apa benar ini kamar
praktek tabib amir?” tanyaku ke temanku setelah
saya bukakan pintu kamarnya.”oh ya betul ada
yang saya bisa bantu?”.”silahkan masuk
dulu”.setelah saya dan istri saya masuk lantas
saya menjalankan scenario yang telah saya dan
temanku susun.”Sekarang coba ibu baring
dikasur itu nanti saya akan terapi”,kata temanku
menyuruh istriku tiduran di ranjang.setelah istri
diranjang mulailah temanku terapi istri
saya.Sesuai rencana saya akan kekamar
sebelahnya untuk melihat yang terjadi tanpa istri
saya tahu.”Maaf pak saya tinggal dulu sebentar
saya mau keluar dulu beli makanan”.setelah
saya pamit juga sama istri saya, maka saya
segera keluar kamar, namun bukan cari
makanan tapi masuk kekamar sebelahnya yang
telah dipesan sebelumnya. Setelah di dalam
kamar saya mengintip ke kamar dimana istri saya
sedang “diterapi” lewat celah yang telah saya
buat sebelumnya.Kuperhatikan dengan seksama
kejadian demi kejadian didalam kamar tersebut.
Kulihat temanku lagi memegang jari kaki istri
saya.” Maaf bu bisa saya pijit semua tubuh
ibu?”.”Memangnya harus dipijit seluruh tubuh ya
pak?”.”iya bu memang cara pengobatan saya
adalah pijit totok bu”.”Tapi ibu harus ganti baju
dulu dengan kain yang telah saya sediakan yang
biasa pasien saya gunakan juga”.Tidak lama
kemudian kulihat istriku masuk kekamar mandi,
agak lama kemudian istriku keluar sudah berganti
pakaian dengan kain yang dililitkan dari atas
dada sampai betis.akemudian istriku baring
kembali.Tampak temanku mulai memijit seluruh
tubuh istri saya dari kaki sampai ke
punggungnya.Ku perhatikan perbuatan temanku
itu dengan perasaan berdebar,menanti apa yang
terjadi selanjutnya.”Bu maaf sebelumnya,saya
harus memijat kemaluan ibu karena itu termasuk
syarat penyembuhannya.saya sudah bicarakan
dengan suami ibu, dan beliau tidak keberatan,
tapi jika ibu keberatan juga nggak apa-apa
namun terapi ini tidak dilanjutkan karena tidk
akan berhasil”.Nampak kulihat istri diam, tidak
lama dia berucap ”baiklah pak kalau memang itu
syaratnya dan suami saya telah
mengijinkan”.Kemudian kulihat temanku mulai
memijit kemaluan istri saya.Mula-mula dari luar
kain namun kemudian tangannya mulai masuk ke
dalam kain istri saya.Istri saya Nampak kaget
namun temanku menjelaskan tentang
perbuatannya semata-mata proses
penyembuhan, istri saya pun diam
kembali.Posisi istriku pada saat itu sudah baring
terlentang.Temanku dengan remasan yang teratur
mulai meremas memek istriku, kulihat mata
istriku terpejam dengan napas agak
memburu.Memang istriku itu kalau kupegang
memeknya langsung naik nafsunya.”Maaf bu yah
boleh saya buka kainnya?”.Istriku mengangguk
dan mulai membuka kainnya. DAR! Saya jadi
kaget dan heran kenapa istriku yang selama ini
paling tidak mau kelihatan bagian tubuhnya sama
orang lain, tapi sekarang dia pasrah membuka
kainnya didepan laki-laki yang baru dia
kenal.apa karena dia ingin punya anak atau
karena sudah nafsu atau itu akibat rayuan
temanku? Ah masa bodoh yang penting aku
nikmati saja, desahku. Kini istri ku terbaring
tanpa sehelai benangpun ditubuhnya.kuli
hat mata
temanku melotot melihat tubuh istriku.”Saya pijat
yah bu teteknya supaya nanti kalau habis
melahirkan air susunya banyak. Tanpa
menunggua jawaban istri saya tangan temanku
sudah memegang tetek istriku. Ketika tangan
temanku menyentuh teteknya, istriku terkejat
entah kaget atau apalah.Lama temanku memijat
memek istriku secara bersamaan membuat
istriku tanpa sadar mendesah dan tangannya
memegang sprei dengan kuat.sekitar 15 menitan
berlalu kudengar temanku bicara.”Bu proses
hampir selesai tinggal satu tahap lagi”.”Ibu coba
telepon bapak agar kesini karena syaratnya
sambil saya memasukkan nanti air bertuah, Ibu
harus memegang kontol”.Istriku duduk dan
meraih ponselnya, tidak lama ponsel ku
berbunyi. Cepat-cepat saya keluar kamar menuju
luar takut istri saya tahu saya ada dikamar
sebelah.”yah haloo kenapa Lia”.”Diamana
sekarang? Pak tabib nyuruh kamu kesini”.”Duh
maaf saya lagi bengkel,ban motorku pecah trus
bengkelnya tidak punya stok jadi dia lagi pergi
cari”.jawabku berbohong.”kira-kira masih
lama?”. “sekitar 1 jam lagi”.”nanti saya bilang
sama pak tabib, hati-hati dijaln”. Balas istriku
dan mematikan hpnya.Saya buru kembali
kekamar dan mengintip lagi.”Wah tidak bisa bu
ini mesti sekarang kalau kelamaan nantinya
efeknya tidak bagus”.Kudengar temanku
berbicara. Atau gini aja bu. Saya harap ibu
jangan salah arti,Ibu pegang aja punya saya
sebagaim penggantinya”.Kata temanku sambil
membuka celanana tanpa menunggu jawaban
istriku.Istriku melotot ketika melihat kontol
temanku keluar dalam keadaan tegang.yang dia
heran pria seumur temanku masih mampu tegak
dengan kokoh dan yang lebih heran istriku
termasuk saya, kontol temanmu itu panjang dan
besar kayak punyanya pemain BF.Temanku
memegang tanggan istriku dan mengarahkan
untuk menggenggam kontolnya sambil
bicara.”Pegang ini bu dan bayangkan ini punya
suami ibu”.Tanpa bicara Istriku memegang kontol
temanku dengan gemetar.Kulihat temanku
kembali meremas memek istriku namun kali ini
sambil memasukkan jari tangannya.”oooh
paaaa….k”. lenguh istriku tanpa sadar
mengerang.Tanpa sadar juga istriku bukan lagi
hanya memegang, tapi kini kulihat mulai
mengocok pelan kontol temanku.10 menit berlalu
mereka melakukan hal itu,dan tiba-tiba temanku
bicara.”Bu tolong jawab dengan jujur jangan
bohong pertanyaaan saya. Ibu mersa puas
selama ini dengan suami ibu?”. “tidak pak, saya
jarang puas soalnya suami saya cepat
keluar”.”berapa kali ibu melakukan persetibuhan
dengan suami ibu?’. “tidak tentu pak, kadan
hanya satu bulan sekali”.”Pantas ibu susah
punya anak soalnya punya ibu didalam ini ada
yang menghalang”.bisik temanku sambil
menusukkan jarinya kememek istriku.”ibu mau
punya anak?”.tanya temanku keistriku. “ya pak
mau”.Jawab istriku.Tapi syaratnya nih berat
bu”.”apa itu pak”.”Saya mesti menjebol yang
menahan di dalam vagina ibu”.”Lakukanlah pak
kalau memang itu syaratnya”.”Tapi bu
menjebolnya mesti pakai kontol saya,kira-kira ibu
mau?’”.Kulihatn istri diam sesaat
berpikir.”Lakukan pak tapi cepat yah soalnya
suamiku nanti keburu datang.Kulihat teman ku
mulai naik ke tempat tidur,istriku diam menanti
dengan perasaan tidak menentu.Kulihat temanku
mulai memegang kontolnya dan mengarahkan ke
memek istriku.BLeess….. pelan-pelan kontol
temanku masuk ke vagina istriku.”ooohhh….. pak
pelan pak”. Mataku melotot melihat
pemandangan itu,hati bercampur aduk
nafsu,cemburu dan penasaran menjadi satu.Aku
lihat istriku menikmati genjotan temanku,itun
terlihat dari matanya yang merem melek serta
kulihat pantatnya mengikuti goyangan
temanku.Kulihat lagi kini mereka saling memagut
bibir sekalai-kali tangan temanku meremas tetek
istriku.Hampir setengah jam mereka bergelut
dengan posisi yang berganti.Kadang istriku
diatas kadang gaya anjing mereka lakuakn
sampai akhirnya.”aaaahh…h pak aku mau
keeellluuuaaarrrrrrr……….” Erang
istriku.”kontolmu enak pak terrrr…uuuu….sssssss
aaaa….hhhh……erang lagi istriku.” Kau juga bum
au keluuuuuuu…aaaaaaa…rrr. .CRooot …
croooot Akhirnya merekan sama – sama
mencapai klimaks secara bersamaan.Aku keluar
dari kamar sebelah dan menuju keluar.Aku
duduk didepan wisma sambil merokok untuk
menunggu mereka selesai.Sekitar 5 menit
kemudian aku telpon istri ku bahwa aku sudah
seelsai dibengkel dan kembali ke wisma.
Itulah pengalaman pertama melihat istriku di
setubuhi laki – laki lain


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar