Rabu, 03 April 2013

pijat sensual 2

Dan ketika tangan saya mulai masuk lebih kedalam lagi ternyata disana sudah basah sehingga membuatku semakin bersemangat untuk membuat Tante Mei makin melambung tinggi lagi. Segera saja jari-jariku bermain disana, memainkan bibir vagina serta daging kecil yang sudah menyembul dari sela-sela bibir vaginanya. Ku gosok-gosok dan kuputar-putar jari tanganku disitu serta sewaktu-waktu kutarik dan kujentik-jentik daging kecil yang bernama klitoris itu. Ketika ciuman dan jilatanku turun lagi keperut dan lidahku bermain di lubang pusar, dengan tiba-tiba pula kumasukkan jariku kedalam lubang surga milik Tante Mei yang membuat dia tersentak kaget dan langsung menjambak dan meremas-remak rambutku.
“Ahh.. kau benar-benar gila sayang.. ahh.. aku.. aku.. ahh”Tante Mei sampai tak bisa berkata-kata lagi karena menerima kenikmatan yang tak terduga itu.

Lalu kukocok jari-jariku didalam lubang surga Tante Mei sambil Ibu jariku menekan-nekan dan berputar-putar di klitorisnya, dan cumbuanku naik lagi menuju kedua payudaranya yang dibusungkannya seakan meminta untuk dicumbu lagi. Tak lama setelah kukocok vagina dan klitoris milik Tante Mei serta menghisap-hisap kedua payudaranya, Tante Mei mengerang lebih gila lagi.
“Ahh.. Ferr.. ahh.. gila kamu Fer, aku sudah hampir sampai Fer.. ahh.. terus.. terus.. ahh.. aku.. aku.. sampai.. aku sampaii.. ahh”Erang Tante Mei ketika mencapai orgasmenya yang pertama.
Dia mengerang sambil menjambak dan mencakar-cakar rambut dan tubuhku, dan tak kuhiraukan semua kelakuan Tante Mei itu, tetapi aku terus mengocok dan menyedot dangan keras klitoris, vagina, dan puting payudara Tante Mei secara bergantian sehingga dia semakin beringas merasakan orgasmenya.

“Ahh.. Fer.. sudah Fer.. aku nggak kuat Fer.. aku nggak kuat.. ohh.. aku.. aku.. aku dapet lagi Fer.. aku dapet lagi.. ahh”Erang Tante Mei ketika mendapat orgasmenya lagi yang kedua.
Dia mengejang dan jambakan di rambutku semakin keras serta kakinya menendang-nendang karena tak kuasa menahan nikmatnya orgasme yang ku berikan lewat cumbuan mulut dan tanganku. Sambil menjambaki rambutku tangan Tante Mei yang satunya lagi meremas-remas payudaranya sendiri, dan vaginanya yang sudah banjir itu membuat aku tak tahan untuk segera merasakan cairan yang mengalir keluar. Segera kuhentikan semua kegiatanku dan langsung aku beralih ke vaginanya yang banjir dan memerah itu. Langsung kujilat dan kusedot-sedot semua cairan yang mengalir dari dalam vagina Tante Mei.

“Ahh.. sudah Fer.. ahh.. cukup Fer.. jangan lagi Fer.. ohh.. aku sudah lemes.. ahh.. Fer.. kamu memang gila Fer.. cukup Fer.. ahh”Kata Tante Mei memohon tetapi tangannya tidak seperti yang dia inginkan, tangan Tante Mei malah menekan kepalaku lebih kedalam lagi.
“Ahh.. Fer.. kamu.. kamu memang gila dan hebat.. aku benar-benak nggak kuat Fer.. ahh.. aku.. ahh.. aku dapet lagi Fer.. dapet lagi.. ahh”ceracau Tante Mei lagi dan kemudian dia mengejang lagi.
Dihimpit dan ditekannya kepalaku di vaginanya yang sudah basah dan tambah basah lagi oleh cairan yang mengalir keluar lagi oleh orgasmenya yang ketiga, dan kesempatan itu tak kusia-siakan, langsung kusedot dan kujilati semua cairan yang mengalir keluar dari dalam vagina itu, kujilat dan kusedot semuanya. Tak kusangka wanita seperti Tante Mei yang terlihat anggun dan lembut bisa seperti itu bila mendapatkan orgasmenya. Ketika Tante Mei mulai melemas, kulepaskan mulutku dari vagina Tante Mei untuk memberikan kesempatan dia untuk beristirahat, dan ketika kulihat vagina Tante Mei yang berwarna kemerah-merahan akibat kocokkan, jilatan serta sedotan-sedotanku itu ternyata masih ada sedikit cairan yang meleleh keluar membasahi bibir vagina Tante Mei. Dan kulihat Tante Mei masih terpejam merasakan kenikmatan yang berulang-ulang dariku. Ku kecup kening Tante Mei dengan lembut dan kubiarkan dia istirahat sejenak sambil kupijit tubuh Tante Mei yang juga merupakan bagian dari serviceku kepada pelangganku untuk memulihkan tenaganya agar dia bisa memperoleh kenikmatan lagi nantinya, dan ternyata pijatan ku membuat Tante Mei tertidur pulas.
Melihat Tante Mei tertidur, akupun merebahkan diri untuk istirahat. Tak terasa mataku terpejam dan tertidur. Entah berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena ada rasa nikmat yang terasa didaerah selangkanganku, tepatnya di penisku. Ketika kubuka mataku, kulihat Tante Mei sedang asik menjilati dan mengulum penisku yang sudah berdiri kencang. Kubiarkan Tante Mei mengulum dan menjilati penisku sambil aku pura-pura tidur. Tapi kuluman Tante Mei semakin menggila dan membuat aku tak kuat lagi menahan mulutku untuk tidak bersuara.
“Ahh.. Tante.. enak Tante.. ahh..”hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku.
Kulihat Tante Mei melirik dan tersenyum genit kearahku, dan melanjutkan kulumannya yang semakin liar dan menggila. Akupun tak mau ketinggalan, segera kuraih bongkahan pantat milik Tante Mei dan langsung kuarahkan bongkahan itu kemukaku sehingga membentuk posisi 69, dan langsung ku serbu bibir vagina dan klitoris milik Tante Mei.
“Uhh.. hebat kamu Fer.. uhh.. enak Fer.. hisap yang kuat itilku Fer.. yang keras sampai copot.. Ahh.. gila kau Fer.. ahh”Desah Tante Mei keenakan.
Dan tanpa menunggu lagi segera kutusuk lobang surga Tante Mei dengan 2 jariku yang langsung masuk dengan mudah karena sudah basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya.
“Ahh.. Fer.. kamu benar-benar pintar dan gila.. ahh.. aku dapet lagi Fer.. ahh.. Fer aku.. aku dapet lagi Fer.. ahh”Teriak Tante Mei sambil mengejang dan menjepit kepalaku yang tepat berada diselangkangannya dan menduduki mukaku membuatku susah bernafas.
Setelah agak melemas aku memakai kondom(aku menggunakan kondom untuk menjaga kenyamanan dan keamananku dan pelangganku) dan mulai kuatur posisiku pada posisi siap untuk menusukkan penisku kedalam lubang kenikmatan milik Tante Mei. Sebelum kumasukkan kedalam lubang kenikmatannya kugesek-gesekan penisku dibibir vagina dan kutepuk-tepukan keklitoris Tante Mei yang rupanya membuat Tante Mei makin terangsang.
“Ahh.. Fer.. sudah Fer cukup.. ahh.. cukup tolong Fer masukkan kontol kamu Fer.. ahh.. Tante udah nggak kuat lagi.. ahh”Rengek Tante Mei kepadaku.
Segera kumasukan senjataku perlahan-lahan untuk menambah sensasi yang dirasakan oleh Tante Mei.
“Ahh.. kamu memang pintar Fer.. ahh.. ayo sayang sekarang kocok senjatamu.. kocok sampai pelurunya muntah didalam memekku sayang.. ahh”Kata Tante Mei lagi.
Dan kukocok senjataku didalam memek Tante Mei sambil kuvariasi dengan goyangan-goyangan. Tante Mei sendiri juga tidak mau kalah, dia juga ikut menggoyang pinggulnya sehingga memberikan rasa seperti di pelintir-pelintir batang senjataku.
“Ahh.. Tante enak sekali goyangan Tante.. ahh.. rasanya seperti dipelintir-pelintir Tan.. ahh”Kataku sambil menikmati goyangan-goyangan pinggul Tante Mei yang makin seru setelah mendengar kata-kataku.
“Akhh.. Fer.. Tante mau sampe Fer.. ahh.. kamu masih lama ga Fer.. Tante sudah nggak kuat.. ahh”Kata Tante Mei memberitahuku.
Tanpa basa-basi langsung kucabut senjataku, sehingga Tante Mei menjadi kaget dan bingung.
“Ahh.. Fer.. kok dicabut.. ayo dong sayang.. jangan kamu siksa Tante seperti ini.. ahh.. kamu jahat sekali Fer”Rengek Tante Mei sambil memainkan tangannya di memek dan klitorisnya agar tidak kehilangan orgasme yang akan diraihnya, sedangkan aku hanya menonton Tante Mei yang semakin keras menggosok-gosok memek dan klitorisnya sambil meremas-remas sendiri payudaranya.
“Ahh.. Fer.. kamu memang jahat.. ahh.. kamu.. kamu jail.. ahh.. kamu jahat.. ahh.. Fer.. Fer.. ahh”Kulihat Tante Mei mengejang-ngejang ketika dia mendapatkan orgasmenya.
Sebelum orgasme yang didapat oleh Tante Mei hilang langsung ku balikkan badan Tante Mei sehingga Tante Mei sekarang dalam posisi menungging, dan langsung kutusukan senjataku kedalam lubang surga milik Tante Mei.
“Ahh.. kamu memang gila Fer.. kamu gila dan jahat.. kamu.. ahh.. ahh.. kamu.. ahh”Tante Mei sudah tidak dapat berkata-kata lagi, dia hanya bisa merasakan kenikmatan yang datang setelah senjataku masuk dan kukocok dengan keras sambil tanganku meraih payudaranya dari belakang dan meremas-remasnya sambil putingnya kupelintir-pelintir dan kutarik-tarik.
Kukocok dan kugoyang-goyang pinggulku dengan keras dan brutal, sambil sekali-sekali kuremas pantatnya dan kutusuk lubang dubur Tante Mei dengan jari kelingkingku.
“Ahh.. Fer.. kamu.. kamu.. akhh.. Fer.. Tante.. Tante dapet lagi Fer.. dapet lagi.. ahh.. ahh.. nikmat sekali.. ahh.. aku.. aku.. ahh”Kemudian Tante Meipun mengejang-ngejang dan menggelepar-gelepar seperti ikan yang kehabisan oksigen.
Karena aku masih belum mencapai orgasme, kucabut senjataku dan kurebahkan tubuhku dikasur, Tante Mei langsung mengerti kemauanku. Langsung dia menaiki tubuhku dan langsung memasukkan senjataku kedalam memeknya yang sudah basah oleh cairan kenikmatan yang didapatnya secara beruntun. Kugoyang-goyang pinggulku sehingga senjataku mengorek-ngorek lubang memek Tante Mei, sedangkan Tante Mei menaik turunkan pantatnya mengocok senjataku dari atas. Sambil mengoyang pinggulku, tak kuhilangkan kesempatan untuk menyedot payudara milik Tante Mei yang menggatung tepat didepan mataku. Kuserbu kedua payudara itu, kusedot-sedot dan kujilat-jilat putingnya.
“Ahh.. Fer.. enak Fer.. hisap yang kuat sayang.. ahh”Kata Tante Mei sambil menekan kepalaku ke payudaranya dan ditekan pinggulnya kuat-kuat kebawah sampai kurasakan senjataku mentok kedalam memeknya dan di putar-putar pinggulnya kekiri dan kekanan, sehingga kurasakan batang senjataku seperti diperas-peras.
“Ahh.. Tante.. enak Tan.. ahh.. aku mau keluar Tan.. ahh”Kataku pada Tante Mei sambil terus menghisap dan menjilati kedua payudara Tante Mei.
“Ohh.. akhirnya.. kamu keluar juga sayang.. Tante juga mau dapet lagi say.. ohh.. kamu hebat say.. kamu.. hebat.. ayo kita sama-sama say.. ahh.. sama-sama keawang-awang.. ayo sayang.. ohh.. ohh”ceracau Tante Mei sambil mengejang dan tambah menggila menggoyang dan menekan-nekan pinggulnya sehingga membuat aku merasakan geli-geli nikmat.
“Ahh.. Tante.. aku keluar Tan.. aku keluar.. ahh”Erangku sambil mengejang dan menyemprotlah cairan maniku yang banyak, menyusul Tante Mei yang juga mendapatkan kenikmatan kesekian kalinya yang tiada taranya.
Dan setelah kami berdua mengerang dan mengejang, kamipun terkulai lemas. Tante Mei yang masih berada diatasku langsung merebahkan tubuhnya ke dadaku dan kusambut dengan pelukan dan kukecup kening serta bibir Tante Mei, lalu kucabut batangku dan kurebahkan Tante Mei disampingku sambil tetap kupeluk dengan mesra. Kulihat Tante Mei memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya, sedangkan aku sendiri juga mengatur nafas sambil tersenyum senang karena pelanggan pertamaku dapat kupuaskan. Setelah nafasnya teratur Tante Mei membuka matanya dan menatapku dan tersenyum puas.

“Aduh Fer.. kamu ini bener-bener pinter deh. Tante sampe kewalahan melawan kamu. Tante puas sekali Fer.. puass sekali.. ohh.. kamu benar benar membuat Tante terbang ke awang-awang.. hmm.. kamu sendiri gimana Fer?”Kata Tante Mei sambil bertanya.
“Ah Tante.. buat saya sih yang penting Tante dulu. Kalau Tante puas.. saya juga puas.. karena buat saya Tante lebih penting dari saya.”Jawabku sambil membelai rambut Tante Mei dan mengecup keningnya, lalu kamipun bedua tertidur sambil berpelukan.
Dan ketika terbangun kami mandi berdua dan akhirnya kami melakukannya lagi dikamar mandi, dan lagi-lagi Tante Mei terkapar lemas dan puas. Kami melakukan terus sampai esok paginya kita check out dari hotel. Sebelum meninggalkan kamar Tante Mei memberikan amplop kepadaku yang langsung kumasukkan ke dalam kantong.
“Nggak di itung dulu Fer?”Tanya Tante Mei padaku.
“Ah Tante.. ada-ada saja, saya percayalah sama Tante”Jawabku lagi.
“Jangan gitu dilihat dulu, kalo kurangkan masih ada Tante disini dan kamu bisa minta lagi”Jawab Tante kemudian.
“Hmm.. oke deh.. kalo Tante maksa.. tapi kalo aku merasa kurang, aku minta lagi Tante jangan marah ya.. he he”Jawabku bercanda.
Dan ketika kulihat isi amplop, aku terperanjat ternyata isinya uang dolar amerika sebesar $ 300.
“Wah.. Tante.. ini sih lebih dari cukup Tan.. apa Tante nggak keberatan nih? Apa Tante nggak salah ngasih saya amplop? Ini uang dolar sebesar $ 300 loh Tan.. nggak salah nih Tan?”Tanyaku terkejut.
“Kamu mau nggak? Kalo buat Tante sih itu nggak salah, sebab kamu benar-benar bisa memuaskan hasrat Tante semalaman. Dan juga itu termasuk persenan untuk nantinya kalo Tante lagi kepengen kamu harus langsung menemui Tante”Jawab Tante Mei enteng.
“Wah.. terima kasih Tante.. Tante baik sekali.. kalo gitu kapan Tante mau Tante tinggal hubungi saya saja, saya pasti dateng Tan.. terima kasih ya Tan”Jawabku lagi sambil mengecup kening dan pipi serta bibir Tante Mei yang tersenyum melihat aku kegirangan.
Dan setelah pengalaman pertama Tante Mei denganku, sampai sekarang dia selalu menghubungi aku jika dia sedang kepengen, dan akhirnya diapun menjadi pelanggan tetapku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar